Mengukir Masa Depan dengan Niat Ibadah: KUA Binduriang Gelar Penyuluhan Inspiratif di SMAN 7 Rejang Lebong
Majalah Bengkulu– Di tengah gegap gempita persiapan menghadapi tantangan masa depan, para siswa kelas XII SMA Negeri 7 Rejang Lebong mendapatkan suntikan motivasi yang berbeda. Bukan sekadar strategi belajar atau tips masuk perguruan tinggi, melainkan sebuah fondasi spiritual yang lebih dalam: tentang kekuatan niat. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binduriang kembali hadir dengan program bimbingan penyuluhan keagamaan yang mengangkat tema sentral, “Niat Belajar dalam Menggapai Cita-Cita”, pada Kamis (10/10).
Kegiatan yang disambut antusias oleh seluruh peserta didik ini tidak hanya menjadi ajang ceramah biasa, melainkan sebuah dialog interaktif yang menyentuh relung hati dan pikiran. Disampaikan dengan penuh semangat oleh Romadon, S.Pd, Penyuluh Agama KUA Binduriang, penyuluhan ini berhasil membuka perspektif baru tentang esensi belajar.
Belajar: Dari Sekadar Kewajiban Menjadi Ibadah Bermakna
Di awal pemaparannya, Romadon membongkar paradigma konvensional yang sering melekat pada aktivitas belajar. “Selama ini, banyak dari kita yang memandang belajar sebagai sebuah kewajiban, sebuah beban yang harus dituntaskan. Jika sudah lulus ujian, selesailah sudah. Padahal, ada dimensi yang jauh lebih mulia dari sekadar kewajiban,” ujarnya dengan semangat yang menular.
Romadon menekankan bahwa dalam perspektif Islam, menuntut ilmu adalah ibadah. Setiap halaman yang dibaca, setiap rumus yang dipelajari, dan setiap konsep yang dipahami dapat bernilai pahala di sisi Allah SWT, asalkan dilandasi dengan niat yang tulus.

“Kuncinya ada di sini,” ujarnya sambil menunjuk ke hati. “Niat. Jika kita meniatkan belajar untuk mencari ridha Allah, untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat, untuk membanggakan orang tua, dan untuk memajukan bangsa, maka setiap usaha dan lelah kita tidak akan pernah sia-sia. Ia akan bernilai pahala. Niat yang benar inilah yang akan menjadi bahan bakar spiritual, menguatkan langkah kita untuk terus berjuang, meski banyak rintangan dan godaan.”
Menempa Semangat di Tengah Keterbatasan
Tidak berhenti pada konsep niat, Romadon juga membagikan kisah-kisah inspiratif tentang tokoh-tokoh besar dunia yang berhasil mengubah takdir mereka melalui semangat belajar yang membara. Ia mencontohkan bagaimana latar belakang keluarga yang sederhana dan penuh keterbatasan justru menjadi pendorong, bukan penghalang, untuk meraih kesuksesan.
“Jangan pernah jadikan latar belakang ekonomi, kondisi keluarga, atau lokasi geografis sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Justru, semua itu harus kita jadikan motivasi untuk membuktikan bahwa dengan niat yang lurus dan kerja keras, kita bisa meraih cita-cita setinggi langit,” serunya, disambut sorak semangat dan tepuk tangan meriah dari para siswa.
Pesan ini terasa sangat relevan, mengingat banyak siswa yang mungkin sedang bergulat dengan keraguan dan kekhawatiran akan masa depan mereka.
Sesi Interaktif: Menjawab Kegelisahan Hati Generasi Muda
Puncak kehangatan acara terjadi pada sesi tanya jawab interaktif. Para siswa dengan berani mengungkapkan kegelisahan dan pertanyaan mereka, menunjukkan bahwa tema yang diangkat benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.
Pertanyaan beragam, dari yang bersifat praktis hingga filosofis, dilontarkan kepada Romadon.
-
“Bagaimana cara menjaga konsistensi niat belajar, Pak? Kadang semangat di awal, tapi mudah sekali luntur di tengah jalan.”
-
“Apa tips untuk melawan rasa malas yang sering datang tiba-tiba, terutama saat menghadapi pelajaran yang sulit?”
-
“Strategi apa yang bisa kita terapkan untuk menjaga semangat belajar di tengah kesibukan organisasi dan tugas-tugas sekolah?”





![FOTO_DKI21[1] Pelantikan 11 Pejabat](https://smartraff.com/wp-content/uploads/2025/12/FOTO_DKI211-148x111.jpg)