
Majalah Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pulau Enggano, salah satu pulau terluar Indonesia di wilayah Bengkulu, akan dimulai pada 1 September 2025. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Syafriandi, menyampaikan bahwa proses kontrak dengan pemerintah pusat dijadwalkan rampung pada Agustus ini, sehingga pekerjaan dapat langsung berjalan awal bulan depan.
“Insya Allah di bulan ini sudah berkontrak di pusat, maka 1 September 2025 sudah jalan,” ujarnya, Rabu (13/8).
Prioritas Pembangunan Sesuai Instruksi Presiden
Baca Juga : Pemprov Bengkulu Percepat Validasi Lahan untuk Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo
Bengkulu mendapatkan program pembangunan KNMP untuk tiga daerah: Pulau Enggano, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Kaur. Namun, proyek di Enggano diprioritaskan lebih dulu.
“Iya, tiga-tiganya dibangun, tetapi Kampung Nelayan Merah Putih Enggano memang didahulukan karena berkaitan dengan Instruksi Presiden Prabowo tentang percepatan pembangunan di Enggano,” jelas Syafriandi.
Lahan untuk proyek ini telah disiapkan sejak Juli lalu. Lokasinya berada di Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
“Kami mohon doa masyarakat agar program Bantu Rakyat dari Pak Gubernur dan Pemerintah Pusat melalui kementerian ini bisa berjalan lancar di tahun ini,” tambahnya.
Anggaran Rp75 Miliar untuk Tiga KNMP
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp75 miliar untuk membangun tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Bengkulu.
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa masing-masing lokasi, yaitu Pulau Enggano, Seluma, dan Kaur, akan mendapatkan anggaran Rp25 miliar.
“Kita akan bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Enggano, Seluma, dan Kaur,” kata Menteri Trenggono usai bertemu dengan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Jakarta.
Fungsi dan Manfaat KNMP
Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai kawasan terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas pemukiman layak, dermaga, tempat pelelangan ikan, gudang pendingin, serta sarana pendukung perikanan tangkap dan budidaya.
Pembangunan ini diharapkan dapat:
-
Meningkatkan kesejahteraan nelayan.
-
Memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi pesisir.
-
Memastikan kedaulatan negara di wilayah pulau terluar.
Pulau Enggano sendiri memiliki posisi strategis di Samudra Hindia dan menjadi salah satu titik penting pengawasan perbatasan maritim Indonesia.
“Selain sebagai pusat ekonomi nelayan, KNMP juga menjadi simbol kehadiran negara di pulau terluar,” tutup Syafriandi.





![FOTO_DKI21[1] Pelantikan 11 Pejabat](https://smartraff.com/wp-content/uploads/2025/12/FOTO_DKI211-148x111.jpg)